Showing posts with label KUE KUKUS. Show all posts
Showing posts with label KUE KUKUS. Show all posts

Wednesday, 17 June 2015



Walaupun memakai kata "kerang", penganan tradisional khas nusantara ini sama sekali tidaklah menggunakan kerang sebagai salah satu bahan kue atau buburnya.

Dinamakan bubur kue kerang ubi karena makanan ini merupakan perpaduan antara kue kerang ubi yang disajikan bersama dengan kuah bubur, sementara nama kerang ubinya sendiri dikarenakan adonan ubi dipipihkan dengan punggung garpu, lalu digulung sehingga menyerupai bentuk kerang atau kepompong.

Bubur kue kerang ubi yang biasa disajikan bersama saus kental santan pandan dengan cita rasa manis ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu hidangan menu berbuka puasa di bulan Ramadhan nanti.

BUBUR KUE KERANG UBI

BAHAN ADONAN KUE :
250 gr ubi putih
100 gr tepung sagu
25 ml air (untuk menguleni tepung sagu dan ubi putih)
1/2 sdt garam
Pewarna makanan merah dan hijau

BAHAN KUAH BUBUR :
1 liter air
200 gr gula merah
5 sdm gula pasir
4 lbr daun pandan
100 gr tepung beras, larutkan dalam 100 ml air

SAUS SANTAN :
350 ml santan dari 1 butir kelapa
1 sdt garam
2 lbr daun pandan

CARA MEMBUAT :
UNTUK KUE KERANG UBI :
1. Kupas ubi lalu kukus sampai matang dan empuk. Angkat lalu haluskan, campur dengan tepung sagu, air, dan garam. Uleni hingga menjadi adonan yang bisa dipulung. Bagi adonan menjadi 3 bagian, masing-masing diberi warna hijau, merah, dan 1 bagian dibiarkan tetap putih.
2. Ambil sedikit adonan, bulatkan, lalu pipihkan dengan punggung garpu, lalu gulung hingga membentuk kepompong atau kerang. Kerjakan hingga adonan habis.

UNTUK KUAH BUBUR :
3. Didihkan air, gula merah, gula pasir, dan daun pandan. Saring, masak kembali di atas api, masukkan kue kerang ubi, rebus hingga mengapung dan matang.
4. Masukkan larutan tepung beras ke dalam panci, aduk rata.

UNTUK SAUS SANTAN :
5. Campur semua bahan saus, didihkan sambil diaduk terus agar santan tidak pecah.
6. Sajikan bubur kue kerang ubi bersama santan.

Untuk : 4 porsi

Friday, 5 June 2015



Kata "bongko" berasal dari bahasa Jawa. Arti kata bongko menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah makanan dari kacang merah, kelapa muda, dan bumbu, yang dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Jadi bongko pisang nangka berarti penganan yang terbuat dari bahan utama berupa pisang, nangka, dan santan, yang dibungkus dengan daun pisang dan dikukus.

Bongko pisang nangka merupakan kue tradisional khas Jawa yang memiliki kemiripan dengan kue nagasari atau kue pisang. Kue ini biasanya disajikan sebagai dalam acara pernikahan di daerah pedesaan, khususnya di Pulau Jawa. Bongko pisang nangka dengan rasa yang manis gurih ini juga cocok dijadikan sebagai makanan pembuka puasa dan juga sebagai hidangan penutup.

BONGKO PISANG NANGKA
BAHAN :
250 gr pisang tanduk, kukus, potong kotak 1 cm
200 gr kelapa setengah tua, kupas, parut kasar
10 buah nangka, bersihkan, potong melintang
100 gr gula pasir
100 ml santan
50 gr tepung terigu
1/4 sdt garam
1/8 sdt vanili
Daun pisang untuk membungkus

CARA MEMBUAT :
1. Campurkan pisang, parutan kelapa, nangka, dan gula pasir.
2. Tambahkan campuran santan, tepung terigu, dan vanili.
3. Sendokkan ke daun pisang lalu bungkus. Sematkan dengan lidi.
4. Kukus selama 30 menit.

Untuk : 10-12 bungkus

Sumber : V-Recipes

Tuesday, 5 May 2015



Kue putu ayu merupakan salah satu kue tradisional populer yang berasal dari daerah Jawa. Tampilan kuenya dengan taburan kelapa parut berwarna putih di bagian atas, dan bagian bawahnya yang berwarna hijau, memang ayu dipandang mata sesuai nama kuenya. Kue putu ayu ini memiliki kemiripan dengan kue putu gula merah sebelumnya.

Kue putu ayu dengan tekstur kue yang lembut ini cocok disajikan sebagai hidangan untuk acara arisan atau acara keluarga lainnya.

KUE PUTU AYU

BAHAN :
50 gr tepung terigu protein sedang
50 gr tepung beras
75 gr gula pasir
3 butir telur
1/4 sdt garam
1 sdt emulsifier (SP/TBM) 1/2 sdt baking powder
100 gr santan kental dari 1/2 butir kelapa, rebus (takar 75 ml)
25 ml air daun suji (dari 30 lembar daun suji dan 3 lembar daun pandan)

BAHAN KELAPA PARUT (ADUK RATA):
100 gr kelapa parut panjang
1/4 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Oles tipis cetakan putu ayu dengan minyak makan, sendokkan kelapa parut di dasar cetakan.
2. Kocok telur, garam, gula pasir, dan emulsifier sampai mengembang. Masukkan tepung terigu, tepung beras, dan baking powder sambil diayak dan diaduk rata.
3. Tambahkan santan dan air daun suji sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan. 4. Tuang ke dalam cetakan putu ayu yang sudah dialasi kelapa parut.
5. Kukus 12 menit dengan api sedang sampai matang.

Untuk : 28 buah

Monday, 20 April 2015



Ciri khas kue putri selat ini terdiri dari tiga lapisan kue dengan warna hijau, cokelat, dan putih. Lapisan warna hijau berasal dari penggunaan air daun suji, warna cokelat dari gula merah, dan warna putih dari santan dan tepung beras. Penggunaan bahan santan sangat dominan, yang diperlukan untuk semua lapisan kue putri selat.

Kue putri selat terutama dikenal sebagai kue tradisional khas Banjar, Kalimantan Selatan. Namun kue putri selat juga bisa ditemukan di Pulau Sumatera. Sementara di Semenanjung Malaysia dan Singapura, terdapat kue dengan nama putri salat, yang ternyata merupakan nama lain dari kue lapis ketan sarikaya atau kue serimuka yang kita kenal di Indonesia.

KUE PUTRI SELAT

BAHAN :
LAPISAN 1 (WARNA HIJAU):
225 gr tepung beras
250 gr gula pasir
75 gr tepung kanji
3/4 sdt garam
75 ml air daun suji (dari 30 lembar daun suji dan 10 lembar daun pandan)
300 ml santan hangat, dari 1/2 butir kelapa parut
450 ml santan panas, dari 1/2 butir kelapa parut
3/4 sdt garam

LAPISAN 2 (WARNA COKELAT) :
450 ml santan panas, dari 1/2 butir kelapa parut
200 gr gula merah, sisir
25 gr gula pasir
225 gr tepung beras
75 gr tepung kanji
3/4 sdt garam
375 ml santan hangat, dari 1/2 butir kelapa parut

LAPISAN 3 (WARNA PUTIH) :
75 gr tepung beras
25 gr tepung kanji
600 ml santan, dari 1 butir kelapa parut
1/2 sdt garam
2 lembar daun pandan

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Lapisan 1 (Warna Hijau) : Aduk tepung beras, tepung kanji, gula, garam, dan air daun suji. Tuang santan hangat sambil diaduk rata. Tuang santan panas, aduk rata kembali. Sisihkan.
2.Untuk Lapisan 2 (Warna Cokelat ): Aduk santan panas, gula merah, dan gula pasir hingga larut, saring. Sisihkan. Aduk rata tepung beras, tepung kanji, garam, dan santan hangat. Tambahkan campuran santan-gula merah. Aduk rata, sisihkan.
3. Untuk Lapisan 3 (Warna Putih) : Campur rata semua bahan, masak di atas api kecil sambil diaduk hingga mengental. Angkat, sisihkan.
4. Tahap Penyelesaian : Tuang lapisan 1 ke dalam loyang persegi ukuran 24x24x7 cm yang sudah diolesi minyak dan dialasi plastik. Kukus dalam dandang panas hingga matang (+/- 20 menit).
5. Tuang lapisan 2, ratakan. Kukus hingga matang (+/- 20 menit).
6. Tuang lapisan 3, ratakan. Kukus kembali hingga matang (+/- 20 menit). Angkat. Setelah kue tidak panas lagi, potong-potong segi empat. Sajikan.

Untuk : 36 potong

Friday, 3 April 2015



Kue gulung tape ketan hitam ini bisa dikategorikan sebagai kue gulung khas nusantara karena menggunakan bahan tradisional Indonesia berupa tape ketan hitam. Dari segi tampilan, sepintas kue gulung ini mirip dengan kue dadar gulung karena selain digulung, kulit kuenya juga sama-sama berwarna hijau. Yang berbeda adalah bahan isinya dan cara menggulung atau membungkus bahan isi tersebut serta ketebalan kulit kuenya.

Kue gulung tape ketan hitam ini cocok dijadikan sebagai kue hidangan untuk menyemarakkan kemeriahan acara arisan.

KUE GULUNG TAPE KETAN HITAM

BAHAN KUE :
100 gr tape ketan hitam, tiriskan 5 butir telur
150 gr gula pasir
200 gr tepung terigu
150 ml santan
1 sdm esens pandan
2 tetes pewarna hijau

BAHAN ISI :
80 gr gula pasir
200 ml susu
30 gr tepung maizena
2 sdm cokelat masak
1 butir kuning telur

CARA MEMBUAT :
1. Kocok gula dan telur hingga kaku, lalu masukkan tepung terigu, aduk perlahan. 2. Tuangkan santan, esens pandan dan pewarna hijau. Masukkan ke dalam 4 loyang ukuran 20x20x2 cm yang telas dioles margarin, tabirkan tape ketan hitam. Kukus sampai matang. 3. Didihkan dulu bahan isi selain cokelat masak dan kuning telur sambil diaduk. Matikan api, aduk hingga uap menghilang, lalu tambahkan kuning telur. Aduk cepat, didihkan kembali.
4. Matikan api lagi, masukkan coklat masak, aduk rata.
5. Oleskan bahan isi ke atas kue, lalu gulung dan potong-potong setelah dingin.

Untuk : 30 potong

Monday, 23 March 2015



Kue pisang merupakan kue tradisional khas Pulau Jawa. Kue pisang ini memiliki kemiripan dengan kue nagasari dari segi bentuk dan tampilannya dan penggunaan buah pisang.

Perbedaannya adalah tepung yang digunakan untuk membuat kue nagasari adalah tepung beras dan tepung sagu, sementara kue pisang ini menggunakan tepung hunkue.

Karena kemiripannya, sering timbul kekeliruan dalam membedakan antara kue pisang dan kue nagasari ini. Selain pisang, buah yang juga bisa dipakai untuk membuat kue dengan tepung hunkue ini adalah nangka. Dari segi ukuran, biasanya kue nagasari lebih tebal dari kue pisang ini. Kue nagasari ini cocok disajikan sebagai kue manis untuk berbuka puasa.

KUE PISANG

BAHAN :
1 bungkus (+/- 125 gr) tepung hunkue
8-10 bh pisang kepok tua, atau 2 bh pisang tanduk, kukus matang
200 gr gula pasir
1250 ml santan dari 1,5 butir kelapa
1/4 sdt vanili
1/4 sdt garam
Daun pisang secukupnya untuk membungkus

CARA MEMBUAT :
1. Kupas pisang, potong miring +/- 1 cm, sisihkan.
2. Cairkan tepung hunkue dengan sebagian santan, sisihkan.
3. Didihkan sisa santan, gula, garam, dan vanili. Masukkan larutan tepung hunkue, aduk sampai kental dan matang.
4. Ambil sepotong daun pisang, beri 1 sdm adonan tepung selagi panas, taruh 1 potong pisang, tutup dengan 1 sdm adonan.
5. Lipat daun ke depan dan lipat lagi kedua ujungnya ke tengah sehingga kue terbungkus dan berukuran +/- 4 x 7 cm.
6. Biarkan kue dingin dan mengeras, rapikan dan sajikan.

Thursday, 12 March 2015



Pipis kopyor adalah nama lain dari kue jongkong kelapa muda yang populer di daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Pipis berarti menghaluskan atau melumatkan, sedangkan kopyor adalah daging buah kelapa yang lunak dan hancur.

Jadi penganan ini dinamakan pipis kopyor karena bentuk dan tekstur kuenya menyerupai daging buah kelapa lunak yang dilumatkan.

Pipis kopyor merupakan kue tradisional yang dibuat dari bahan utama berupa tepung beras, santan kental, dan kelapa muda, yang dikukus dalam bungkusan daun pisang berbentuk tum, sehingga sepintas mirip dengan kue carang gesing.

PIPIS KOPYOR

BAHAN ADONAN TEPUNG :
100 gr tepung beras
300 ml santan kental
75 gr gula pasir
1/4 sdt vanili
1/4 sdt garam
Pewarna hijau secukupnya

BAHAN KUAH SANTAN :
400 ml santan kental
75 gr gula pasir
1/4 sdt garam

BAHAN PELENGKAP :
400 gr kelapa muda, kerok lebar
Daun pandan secukupnya
Daun pisang dan lidi penyemat secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Adonan Tepung : Campur tepung beras, santan, gula pasir, vanili, garam, dan pewarna hijau. Masak hingga mengental, angkat. Sisihkan.
2. Untuk Kuah Santan : Masak santan, gula pasir, dan garam hingga gula larut, angkat. Sisihkan.
3. Siapkan daun pisang, taruh satu sendok makan adonan tepung, tambahkan kelapa muda, daun pandan, dan kuah santan kental. Bungkus, bentuk tum dan semat dengan lidi.
4. Kukus selama 20 menit hingga matang. Angkat dan sajikan.

Untuk : 10 bungkus

Friday, 20 February 2015



Bakpao kacang hijau ini merupakan variasi rasa dari kue bakpao (baozi) yang menggunakan bahan isi berupa pasta ("tausa") kacang hijau. Pasta kacang hijau ini biasanya berwarna hijau kekuningan.

Resep adonan dasar kulit pao untuk bakpao kacang hijau ini sama seperti yang dipakai dalam pembuatan bakpao kacang merah. Bakpao atau tepatnya pao kacang hijau ini cocok disajikan sebagai makanan sarapan bersama secangkir teh hangat atau kopi atau makanan kecil di sore hari.

BAKPAO KACANG HIJAU

BAHAN :
1 resep adonan dasar kulit pao, seperti yang terdapat pada resep bakpao kacang merah.

BAHAN PASTA KACANG HIJAU :
100 gr kacang hijau kupas
100 ml santan kental
50 gr gula pasir
1 lembar daun pandan 900 ml air

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Pasta Kacang Hijau : Rebus kacang hijau dan daun pandan hingga lembut dan air terserap.
2. Masukkan gula pasir, aduk, lalu tuangkan santan dan masak hingga kalis, setelah dingin bulatkan.
3. Ambil adonan kulit pao, tipiskan dan masukkan isi pasta kacang hijau, lalu diamkan 15 menit. Kukus pao hingga matang dengan api kecil.

Untuk : 8-10 buah

Thursday, 8 January 2015



Lapek bugis merupakan salah satu kue tradisional khas Sumatera Barat. Resep kue lapek bugis ini sebenarnya hampir sama dengan resep kue bugis ketan hitam, hanya saja dalam resep lapek bugis ini selain tepung ketan hitam, juga digunakan tepung ketan putih.

Perbedaan lainnya adalah sebelum ditutup dalam bungkusan kerucut daun pisang, adonan bulatan kuenya akan disiram terlebih dahulu dengan saus santan, sehingga lapek bugis ini akan terasa lebih gurih.

LAPEK BUGIS

BAHAN KULIT :
175 gr tepung ketan hitam
75 gr tepung ketan putih
250 ml santan hangat
1 sdt garam
Daun pisang

BAHAN ISI :
250 gr kelapa muda, kupas parut
150 gr gula pasir
100 ml air
2 lembar daun pandan
1/2 sdt garam

SAUS SANTAN :
150 ml santan kental
2 sdm tepung beras
1 lembar daun pandan
1/4 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Untuk Bahan Isi : Masak kelapa parut, gula pasir, air, daun pandan, garam di atas api kecil sambil diaduk-aduk terus sampai matang dan kering.
2. Untuk Bahan Kulit : Campur tepung ketan hitam, tepung ketan putih, dan garam dalam wadah, tuang santan hangat, uleni sampai adonan lembut. Pipihkan 20 gr adonan kulit, taruh 1 sdt adonan isi, lalu bulatkan.
3. Untuk Saus Santan : Didihkan semua bahan saus hingga kental.
4. Ambil selembar daun pisang, masukkan satu bulatan kue, siram saus santan di atasnya, lipat ujungnya hingga berbentuk segitiga atau kerucut.
5. Kukus kue selama 30 menit hingga matang.

Untuk : 4 orang

Monday, 22 December 2014



Kue nusantara ini diberi nama kue mutiara kelapa karena dibuat dari bahan utama berupa sagu mutiara dan parutan kelapa. Bentuk kuenya menyerupai kue putu ayu karena memang dibuat dengan menggunakan cetakan kue putu ayu.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kue mutiara kelapa ini cukup sederhana, demikian juga dengan cara pembuatan kuenya yang tergolong ringkas. Kue ini bisa disajikan pada berbagai acara silaturahmi keluarga atau sebagai makanan ringan di sore hari.

KUE MUTIARA KELAPA

BAHAN :
40 gr sagu mutiara kering, rendam
125 gr kelapa setengah muda, parut memanjang
120 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili bubuk
1 sdm tepung sagu
Daun pandan secukupnya, iris

CARA MEMBUAT :
1. Didihkan air, rebus sagu mutiara hingga lunak. Angkat, tiriskan.
2. Campur sagu mutiara dengan kelapa parut, gula pasir, garam, vanili, daun pandan, dan tepung sagu, aduk rata.
3. Siapkan cetakan putu ayu, isikan sagu mutiara kelapa ke dalam cetakan hingga penuh, sisihkan.
4. Panaskan panci pengukus, kukus sagu mutiara hingga matang, angkat, dinginkan. Keluarkan dari cetakan. Sajikan setelah dingin.

Untuk : 10 buah

Saturday, 22 November 2014



Kue apem dumbo merupakan variasi dari kue apem. Diberi nama kue apem dumbo karena kuenya dicetak sekaligus dalam loyang besar. Penggunaan gula merah selain memberi kue warna cokelat, juga akan membuat kue apem dumbo ini semakin legit. Kue tradisional nusantara ini biasanya disajikan bersama urap kelapa.

Keunikan kue apem terletak pada aroma khas yang muncul akibat proses peragian. Warna tape yang digunakan akan berpengaruh terhadap warna kue apem. Jika warna tape kuning, maka akan lebih cocok menggunakan gula merah yang akan menghasilkan kue apem berwarna kecokelatan, seperti pada resep kue apem dumbo ini.

Sementara jika menginginkan kue apem yang berwarna putih, pastikan tape yang digunakan berwarna putih dengan gula yang dipakai adalah gula pasir. Selain itu, juga bisa ditambah dengan sedikit pemutih makanan yang bisa dibeli di toko yang menjual bahan-bahan kue.

KUE APEM DUMBO

BAHAN :
400 gr tepung beras
200 gr tape singkong, haluskan
200 gr gula merah, sisir halus
1/4 sdt garam
550 ml santan sedang
1/2 butir kelapa parut kasar, kukus dengan sedikit garam dan daun pandan

CARA MEMBUAT :
1. Uleni tepung beras, gula merah, tape, datam dan santan selama 15 menit. Saring lalu diamkan adonan semalaman.
2. Siapkan cetakan kue mangkok. Oles dengan minyak. Kukus cetakan sampai air mendidih.
3. Tuangkan adonan hingga cetakan penuh. Kukus 15 menit. Angkat dan sajikan dengan kelapa parut.

Untuk : 20 buah

Tuesday, 11 November 2014



Cake tape ketan kukus ini dibuat dengan memakai campuran bahan-bahan tradisional khas nusantara, yakni tape ketan hijau (tape ketan yang diberi pasta atau esens pandan), tape ketan hitam, dan santan.

Cake tape ketan kukus ini cocok dijadikan sebagai kudapan manis sebagai teman minum teh di sore hari. Bisa juga disajikan pada saat perayaan hari besar keagaamaan, seperti Lebaran, Natal, dan juga Tahun Baru. Cara membuatnya sangat mudah, tinggal dikukus dan bahan-bahannya pun cukup murah serta mudah diperoleh.



BAHAN :
4 butir telur
100 gr gula pasir
150 gr tepung terigu
100 ml santan kental
3 sdm tape ketan hijau
3 sdm tape ketan hitam
Cetakan/loyang persegi ukuran 18 cm, alasi kertas roti, olesi minyak

CARA MEMBUAT :
1. Kocok telur bersama gula hingga mengembang. Tambahkan tepung yang sudah diayak. Aduk perlahan hingga rata.
2. Masukkan santan. Aduk rata. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Masing-masing beri tape ketan hijau dan tape ketan hitam. Aduk rata.
3. Panaskan dandang. Tuang setengah bagian adonan hijau ke dalam cetakan/loyang persegi. Kukus hingga beku. Tuang adonan hitam. Kukus kembali. Lakukan hal yang sama hingga seluruh adonan habis. Kukus kembali selama 25 menit.

Untuk : 24 potong

Friday, 8 August 2014



Kue awug-awug merupakan kue tradisional Indonesia, mudah dikenali dengan ciri khas warna kuenya yang terdiri dua warna, biasanya warna merah dan putih, sesuai dengan warna bendera negara kita. Kue tradisional ini dibuat dari campuran tepung beras dan tepung ketan, dengan rasa kue yang manis dan tekstur lembut-kenyal.

Kue awug-awug yang ada di gambar dan resep ini merupakan kue awug-awug yang dikenal di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sementara kue awug yang merupakan jajanan tradisional khas Sunda di daerah Jawa Barat berbentuk kerucut dan terbuat dari bahan dasar tepung beras dengan campuran kelapa, daun pandan, dan gula merah, di mana bahan-bahan ini mirip dengan bahan yang digunakan untuk membuat kue putu.

Kue awug-awug yang memiliki ciri khas sesuai warna bendera negara kita ini tepat disajikan untuk ikut menyemarakkan kemeriahan suasana perayaan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

KUE AWUG-AWUG

BAHAN :
125 gr tepung beras
125 gr tepung ketan
250 gr kelapa parut kasar
150 gr gula pasir
1/2 sdt garam
6 sdm air
Pewarna merah makanan

CARA MEMBUAT :
1. Aduk tepung beras, tepung ketan, gula, garam dan kelapa, lalu masukkan air. Aduk hingga tepung berbutir-butir.
2. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Satu bagian diberi warna merah, bagian lainnya dibiarkan putih.
3. Olesi cetakan/loyang persegi ukuran 15 x 15 cm dengan minyak, tuang adonan putih ke dalamnya. Ratakan permukaannya, lalu tambahkan adonan merah. Kukus sampai matang.

Untuk : 15 potong

Wednesday, 12 February 2014



Kue bugis atau kue lapek bugis merupakan salah satu kue tradisional yang termasuk jajanan pasar favorit yang mudah ditemukan di pasar-pasar tradisional karena banyak peminatnya. Rasanya yang manis dan legit dengan isi parutan kelapa beraroma daun pandan merupakan salah satu daya tarik kue lapek bugis ini.

Ciri khas kue bugis pandan ini adalah kuenya yang berwarna hijau karena penggunaan daun pandan dan daun suji. Kue bugis pandan ini merupakan salah satu variasi dari kue lapek bugis yang populer selain kue bugis ketan hitam.

KUE BUGIS PANDAN

BAHAN :
300 gr tepung ketan
75 gr tepung kanji
1/8 sdt vanili
1/2 sdt garam
75 ml air
5 lembar daun pandan
2 lembar daun suji
Daun pisang secukupnya untuk membungkus

BAHAN ISI :
150 gr kelapa setengah tua, parut
100 gr gula merah, sisir
1/4 sdt garam
1 lembar daun pandan, ikat
50 ml air

BAHAN AREH :
200 ml santan kental dari 1/2 butir kelapa
1 sdm tepung maizena
1/4 sdt garam
1 lembar daun pandan, ikat

CARA MEMBUAT :
1. Buat isi : Masak semua bahan isi hingga tercampur rata, hasil agak basah. Buat bulatan sebesar kelereng, sisihkan.
2. Buat areh : masak bahan areh sampai kental, angkat, sisihkan.
3. Campur daun pandan dan daun suji, tumbuk sampai halus. Tambahkan 2 sdm air, remas-remas, saring.
4. Campur tepung ketan dengan tepung kanji, garam, vanili, air daun pandan, dan air, aduk hingga tercampur rata.
5. Ambil 1 sdm adonan ketan, bentuk bulat dan pipihkan. Isi dengan isian, bentuk bulat lagi.
6. Siapkan daun pisang, buat contong (pembungkus dari daun berbentuk kerucut) dan isi dengan 1 sdt teh areh dan bulatan ketan. Lipat bentuk segitiga mirip gunung/piramida.
7. Panaskan panci pengukus, kukus sampai matang, angkat, dinginkan.
8. Agar lebih cantik, kemas dengan plastik yang agak tebal. Sajikan.

Untuk : 10 buah

Wednesday, 15 January 2014



Kue Iwel adalah kue tradisional nusantara dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Kue iwel memiliki kemiripan dengan kue dodol atau jenang dengan tekstur kue yang legit dan rasanya yang enak dan manis. Kue iwel ini biasanya disajikan pada saat upacara tradisional masyarakat Lombok.

Kue iwel ini bisa bertahan cukup lama, lebih kurang 5 hari karena pembuatannya melalui proses sangrai, pembakaran dan pengukusan. Bahan baku yang dibutuhkan untuk membuat kue iwel ini banyak tersedia di pasar sehingga kita juga bisa mencoba membuat kue iwel ini, yang bisa dijadikan salah satu kue hidangan khas di acara silaturahmi keluarga, hari raya, dan acara khusus lainnya.

KUE IWEL

BAHAN :
1/2 kg beras ketan hitam
1/2 butir kelapa sedang
1 sdt garam
2 buah gula merah, iris tipis
3 lbr daun pisang

CARA MEMBUAT :
1. Rendam beras ketan hitam semalaman, tiriskan, sangrai hingga kering lalu tumbuk halus, sisihkan.
2. Bakar kelapa, bersihkan, cuci lalu parut. Campur dengan garam dan beras ketan hitam halus. Masukkan dalam dandang, tutupi daun pisang.
3. Letakkan irisan gula merah di atas daun pisang, kukus hingga gula merah mencair. Setelah itu, keluarkan daun pisang, tumbuk kembali beras ketan hitam halus dan gula merah bersamaan hingga adonan licin.
4. Gulung ketan, padatkan, lalu potong-potong setebal 1/2 cm, sajikan.

Resep dan Foto : Majalah Kartini

Monday, 11 November 2013



Kue tradisional nusantara ini dinamakan kue kaca mata karena bentuknya yang memang menyerupai kaca mata jika dua potong kue ini didekatkan satu sama lain. Nama lain untuk kue ini adalah kue mata bola. Di samping itu, kue kaca mata ini juga dikenal dengan berbagai nama seperti "kue Putri Noong" di daerah Jawa Barat, dan "kue Moto Kebo" di daerah Jawa Tengah, serta kue mata roda di berbagai daerah lainnya.

KUE KACA MATA

BAHAN :
500 gr singkong, parut
Pisang tanduk atau pisang raja yang tua, rebus
100 gr gula pasir
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili
1/4 butir kelapa muda, parut
Pewarna kue, warna merah dan hijau (sesuai selera)
Urap Kelapa secukupnya
Daun pisang secukupnya
Tali untuk mengikat

BAHAN DAN CARA MEMBUAT URAP KELAPA :
1/3 butir kelapa diparut kasar, tambahkan 1/4 sdt garam kemudian kukus +/- 5 menit supaya tahan lebih lama.

CARA MEMBUAT :
1. Peras parutan singkong, buang acinya, lalu campur dengan gula pasir, garam, vanili, dan kelapa parut. Aduk sampai rata.
2. Bagi adonan menjadi 3 bagian, 1 bagian dibiarkan polos tanpa pewarna, 2 bagian lainnya masing-masing diberi warna merah dan hijau.
3. Kupas pisang, lalu bungkus dengan adonan tersebut sampai pisang tertutup semuanya.
5. Gulung dengan daun pisang seperti membuat lontong, ikat kedua ujungnya dengan tali. Lakukan hal yang sama sampai adonan habis.
6. Kukus selama +/- 1 jam sampai matang, dinginkan. Angkat dan lepaskan dari daun pisang.
7. Potong melintang setebal 2 cm. Taburi atau gulingkan pada urap kelapa. Sajikan.

Thursday, 10 October 2013



Kota Surabaya, selain sudah populer dan terkenal dengan kue lapis legit dan kue lapis surabaya itu, ternyata menyimpan pesona kue tradisional nusantara lain yang tak kalah enaknya. Salah satunya adalah kue jongkong surabaya.

Kue jongkong surabaya sebenarnya merupakan variasi dari kue lapis beras dengan keunikannya yang paling menonjol adalah penggunaan air abu merang, di mana abu merangnya berasal dari hasil tumbukan merang bakar. Penggunaan air abu merang ini memberikan aroma dan tekstur kue jongkong surabaya yang khas yang jarang ditemukan pada kue tradisional nusantara lainnya.

Ciri khas kue jongkong surabaya adalah lapisan-lapisan kuenya terdiri dari dua warna, yakni warna hitam dan hijau. Warna hitam berasal dari warna air abu merang, sedangkan warna hijau berasal dari warna air daun suji pandan.

KUE JONGKONG SURABAYA

BAHAN :
250 gr tepung beras
100 gr tepung kanji
200 gr gula pasir
1/2 sdt garam
800 ml santan dari 1 butir kelapa
100 ml air daun suji dan pandan (30 lembar suji dan 8 lembar pandan)
100 ml air abu merang (50 gr merang dibakar, lalu abunya ditambah 100 ml air, saring)
Minyak goreng secukupnya untuk mengoles
1/2 butir kelapa muda diparut kasar, kukus dengan ditambah sedikit garam

CARA MEMBUAT :
1. Campur tepung beras, tepung kanji, gula pasir, garam dan santan.
2. Bagi adonan menjadi 2 bagian. Sebagian diberi air abu merang, sebagian lagi diberi air daun suji dan pandan. Sisihkan.
3. Olesi loyang 15x15x4 cm dengan minyak. Panaskan dalam kukusan. Tuang satu sendok sayur adonan air abu merang. Kukus 5 menit.
4. Tuang 1 sendok sayur adonan air suji pandan di atasnya. Kukus 5 menit juga. Ulangi sampai adonan habis. 5. Terakhir kukus selama 30 menit, angkat dan dinginkan.
6. Potong kue setelah dingin. Sajikan dengan kelapa parut di atasnya.

Untuk : 24 potong

Monday, 5 August 2013



Sesuai namanya, dibutuhkan waktu pengukusan selama delapan jam untuk membuat kue delapan jam ini. Jika prosesnya kurang dari 8 jam, maka tekstur kue tidak akan terasa kenyal serta mudah hancur. Jadi butuh kesabaran ekstra dalam membuat kue ini.

Kue 8 jam merupakan salah satu kue tradisional Indonesia dari kota Palembang, Sumatera Selatan. Kue 8 jam menjadi suguhan wajib lebaran Idul Fitri di Palembang, yang biasanya dimasak secara tradisional menggunakan kayu bakar pada malam Takbiran. Mungkin Anda juga tertarik untuk mencobanya sebagai suguhan lebaran Idul Fitri tahun ini.

Selain lebaran Idul Fitri, ternyata kue 8 jam ini juga cukup banyak disajikan pada perayaan Tahun Baru Imlek.

KUE 8 JAM

BAHAN :
20 butir telur ayam
750 gr gula pasir
4 sdm margarin, dicairkan
1 kaleng susu kental manis

CARA MEMBUAT :
1. Kocok telur dan gula pasir sampai tercampur rata dan setengah mengembang.
2. Tambahkan susu kental manis, margarin cair, aduk rata.
3. Setelah adonan tercampur rata, masukkan adonan ke dalam loyang segi empat berukuran 20 x 20 cm, kemudian tutup bagian atas loyang dengan kain/serbet/plastik tahan panas dan ikat sekeliling loyang dengan tali plastik, supaya adonan tidak tumpah keluar loyang dan untuk menjaga agar embun dalam dandang nantinya tidak jatuh ke dalam adonan.
4. Kukus dalam dandang selama + 8 jam. Untuk menjaga agar warna kue tidak berubah, tutup rapat dandang dan tambahkan air ke dalam dandang setiap 1 jam.
5. Setelah 8 jam, angkat dan dinginkan kue. Setelah dingin, keluarkan dari loyang dan siap disajikan.

Sunday, 7 July 2013



Kue nusantara ini diberi nama kue pesona hijau karena warna kuenya yang hijau dan mempesona. Bahan utama untuk membuat kue ini adalah tepung beras dan santan yang sudah dibubuhi sari daun suji.

Kue pesona hijau ini merupakan salah satu kreasi dari kue lapis karena bentuknya yang menyerupai kue lapis. Kue pesona hijau ini rasanya manis dan gurih, kemudian disajikan dengan tambahan kinca.

Menyambut bulan suci puasa Ramadhan 1434 H/2013 M yang tinggal beberapa hari lagi, kue pesona hijau ini sangat cocok dijadikan sebagai salah satu pilihan menu makanan untuk berbuka puasa nanti.

KUE PESONA HIJAU

BAHAN :
100 gr tepung beras
300 ml santan yang sudah dibubuhi sari daun suji
1 sdm air kapur sirih
1 sdm tepung kanji
100 ml santan cair
1/2 sdt garam

CARA MEMBUAT :
1. Tepung beras dicampur dengan santan hijau, masak sampai diaduk-aduk sampai kental, angkat dan bubuhi tepung kanji yang sudah dilarutkan dengan 100 ml santan, ratakan.
2. Tuangkan ke loyang yang sudah diulas/oles minyak lalu kukus hingga matang.
3. Dinginkan, kemudian potong-potong. Hidangkan dengan kinca.

BAHAN KINCA :
200 gr gula jawa
500 ml santan
1/2 sdt garam
2 lembar daun pandan

CARA MEMBUAT KINCA :
Semua bahan dimasak sampai mendidih, aduk-aduk supaya santannya tidak pecah, saring.

Friday, 8 March 2013



Lapis getuk ini merupakan kreasi dari getuk singkong dengan sentuhan modern yakni dengan menambahkan pasta cokelat, stroberi, dan vanili sehingga menghasilkan kue lapis getuk yang mempunyai tiga lapisan warna, yakni cokelat, merah dan putih kekuningan.

Selain itu, penambahan margarin membuat kue lapis getuk ini terasa lebih lembut dan empuk, meningkatkan nilai gizi serta menjaga kue agar tahan lebih lama.

LAPIS GETUK

BAHAN :
1 kg singkong, kupas
250 gr gula pasir
1 sdt garam
1/2 sdt vanili
100 gr margarin
Pasta cokelat, stroberi, dan vanili secukupnya

CARA MEMBUAT :
1. Kupas singkong dan cuci sampai bersih. Kukus singkong sampai matang +/- 45 menit, angkat.
2. Campur dengan gula pasir, garam, dan vanili, tumbuk hingga halus.
3. Bagi adonan menjadi tiga bagian, masing-masing bagian diberi pasta cokelat, stroberi, dan vanili, aduk sambil ditumbuk.
4. Tambahkan margarin dan haluskan lagi.
5. Taruh singkong halus dalam tiga loyang berbeda dan padatkan dengan plastik.
6. Selagi masih hangat, potong masing-masing singkong halus ukuran 4 x 1 cm. Susun menjadi satu dengan warna cokelat, merah, dan putih. Bungkus dengan plastik dan padatkan.

Untuk : 24 buah

Foto : NOVA

    Blogger news

    Blogroll

    clickduit.com